<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kebijakan Publik on Transportasi Berkelanjutan</title><link>https://transportasilanjutan.com/categories/kebijakan-publik/</link><description>Recent content in Kebijakan Publik on Transportasi Berkelanjutan</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2026 16:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://transportasilanjutan.com/categories/kebijakan-publik/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Geopolitik Ruang Udara Rendah: Tantangan dan Peluang Taksi Udara Global</title><link>https://transportasilanjutan.com/posts/geopolitik-ruang-udara/</link><pubDate>Sun, 22 Feb 2026 16:45:00 +0700</pubDate><guid>https://transportasilanjutan.com/posts/geopolitik-ruang-udara/</guid><description>&lt;p>Dunia sedang berada di ambang revolusi transportasi yang akan mengubah peta persaingan kekuatan global dari permukaan tanah ke ruang udara rendah (&lt;em>low-altitude airspace&lt;/em>). Selama berabad-abad, kedaulatan negara diukur dari kendali atas wilayah darat dan laut, serta ruang udara tinggi untuk penerbangan komersial dan militer. Namun, kemunculan teknologi &lt;em>Advanced Air Mobility&lt;/em> (AAM) dan kendaraan listrik lepas landas vertikal (&lt;em>electric Vertical Take-Off and Landing&lt;/em> atau eVTOL) telah membuka dimensi baru yang sebelumnya terabaikan: ruang udara di bawah 1.000 kaki.&lt;/p></description></item></channel></rss>