<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Infrastruktur on Transportasi Berkelanjutan</title><link>https://transportasilanjutan.com/tags/infrastruktur/</link><description>Recent content in Infrastruktur on Transportasi Berkelanjutan</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 21 Jan 2026 09:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://transportasilanjutan.com/tags/infrastruktur/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Ekosistem Kendaraan Listrik: Tantangan dan Peluang di Indonesia</title><link>https://transportasilanjutan.com/posts/stasiun-pengisian-listrik/</link><pubDate>Wed, 21 Jan 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://transportasilanjutan.com/posts/stasiun-pengisian-listrik/</guid><description>&lt;p>Indonesia sedang berada di ambang transformasi besar dalam sektor transportasi. Sejalan dengan komitmen global untuk mencapai &lt;em>Net Zero Emission&lt;/em> (NZE) pada tahun 2060, pemerintah Indonesia secara agresif mendorong transisi dari kendaraan bermesin pembakaran internal (&lt;em>Internal Combustion Engine&lt;/em> - ICE) menuju kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Namun, transisi ini bukan sekadar mengganti mesin; ini adalah perombakan total ekosistem energi dan mobilitas nasional.&lt;/p>
&lt;h2 id="landasan-strategis-dan-kebijakan-pemerintah">Landasan Strategis dan Kebijakan Pemerintah&lt;/h2>
&lt;p>Langkah ambisius ini diperkuat oleh payung hukum &lt;strong>Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019&lt;/strong> tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Kebijakan ini mencakup berbagai insentif, mulai dari pembebasan pajak hingga subsidi langsung untuk pembelian unit baru maupun konversi.&lt;/p></description></item><item><title>Dinamika Ekonomi di Balik Proyek Kereta Cepat Asia–Eropa</title><link>https://transportasilanjutan.com/posts/kereta-cepat-asia-eropa/</link><pubDate>Wed, 22 Oct 2025 09:45:00 +0700</pubDate><guid>https://transportasilanjutan.com/posts/kereta-cepat-asia-eropa/</guid><description>&lt;p>Di balik deru mesin dan kecepatan tinggi yang memotong jarak ribuan kilometer, proyek &lt;strong>kereta cepat Asia–Eropa&lt;/strong> menyimpan cerita besar tentang ekonomi, investasi, dan ambisi geopolitik global.&lt;br>
Inisiatif ini tidak sekadar menghadirkan revolusi transportasi lintas benua, tetapi juga &lt;strong>mendefinisikan ulang arus perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi internasional.&lt;/strong>&lt;/p>
&lt;p>Dengan rencana jalur yang membentang dari &lt;strong>Beijing hingga Berlin&lt;/strong>, melewati Mongolia, Kazakhstan, Rusia, Polandia, dan seterusnya menuju Eropa Barat, proyek ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan &lt;strong>“Sabuk dan Jalur Sutra Baru” (Belt and Road Initiative – BRI)&lt;/strong>.&lt;br>
Namun, di balik visi konektivitas tersebut, terdapat dinamika ekonomi kompleks yang melibatkan kepentingan nasional, pembiayaan besar-besaran, serta tantangan politik antarnegara.&lt;/p></description></item><item><title>Kereta Listrik Cepat Jakarta-Bandung Menandai Era Baru Transportasi Berkelanjutan Indonesia</title><link>https://transportasilanjutan.com/posts/kereta-listrik-era-baru/</link><pubDate>Mon, 20 Oct 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://transportasilanjutan.com/posts/kereta-listrik-era-baru/</guid><description>&lt;p>Revolusi transportasi berkelanjutan di Indonesia telah dimulai dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang bukan hanya menjadi proyek infrastruktur monumental, tetapi juga mewakili komitmen negara terhadap mobilitas ramah lingkungan. Kereta listrik berkecepatan tinggi ini mengubah paradigma perjalanan antar kota dan membuka jalan bagi transformasi sistem transportasi nasional yang lebih hijau dan efisien.&lt;/p>
&lt;h2 id="teknologi-canggih-untuk-masa-depan-berkelanjutan">Teknologi Canggih untuk Masa Depan Berkelanjutan&lt;/h2>
&lt;p>Kereta cepat ini menggunakan teknologi elektrifikasi penuh yang mengeliminasi emisi karbon langsung selama operasional. Dengan kecepatan maksimum mencapai 350 kilometer per jam, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lebih dari tiga jam kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Efisiensi waktu ini tidak hanya menguntungkan penumpang, tetapi juga mengurangi jejak karbon secara signifikan dibandingkan dengan moda transportasi konvensional.&lt;/p></description></item></channel></rss>